Indonesia’s Training Media

Just another WordPress.com weblog

Saatnya Menyeimbangkan Kembali Portofolio Investasi

leave a comment »

Jakarta – Tahun 2008 adalah tahun yang perlu diwaspadai oleh investor retail. Menurut konsultan investasi Aidil Akbar, tahun 2008 dinilai sebagai saat yang tepat untuk menyeimbangkan kembali (rebalancing) portofolio investasi.

Aidil mengatakan banyak faktor baik internasional maupun domestik yang berpotensi negatif terhadap investasi di Indonesia tahun 2008-2009 ini. Beberapa jenis instrumen investasi juga dinilainya sudah terlalu mahal (overvalued) seperti saham dan properti sehingga rawan koreksi

“Tahun ini sebaiknya investor ritel profit taking (ambil untung) dulu terhadap investasinya di saham dan melakukan rebalancing ke instrumen lain yang juga likuid dan berjangka waktu pendek. Kecuali kalau investasinya jangka panjang,” ujarnya saat ditemui disela acara ‘Tanya Jawab Investasi’ di Gran Indonesia, Jakarta, Rabu (9/1/2008) malam.

Faktor internasional yang berpotensi negatif bagi investasi di Indonesia menurutnya adalah kemungkinan besar dimenangkannya pemilu di AS oleh kubu demokrat.

Menurutnya kebijakan ekonomi demokrat yang cenderung fokus ke internal AS akan menguatkan kembali perekonomian AS yang memperkecil kemungkinan resesi serta kembali menguatkan mata uang dolar AS terhadap mata uang negara lainnya.

“Kalau itu terjadi harga minyak akan tetap tinggi sementara dolar AS menguat,” kata Aidil.

Sentimen negatif dari luar negeri lainnya adalah dampak subprime mortgage yang belum berakhir tahun 2008 dan potensi pecahnya gelembung bursa Cina.

Sementara faktor negatif bagi investasi dari dalam negeri adalah iklim ekonomi menjelang pemilu yang mendorong inflasi. Meningkatnya inflasi disebabkan oleh semakin banyaknya uang yang beredar di masyarakat dari kampanye partai politik. Meningkatnya inflasi akan mendorong peningkatan suku bunga.

Faktor lain pendorong inflasi adalah bencana alam yang semakin sering menyambangi Indonesia.

Meskipun demikian Aidil mengatakan jika prediksinya terjadi, investor bisa mengambil berkah dengan membeli portofolio ketika harganya jatuh diterpa sentimen negatif.

“Oleh karena itu sebaiknya hasil profit taking dipindahkan ke instrumen yang lebih likuid dan jangka pendek seperti deposito, reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang serta emas. Begitu saham dan properti harganya turun, investor bisa masuk lagi di harga yang murah,” ujarnya.

Aidil juga menyarankan agar investor retail memperbanyak asuransi untuk bencana, penyakit dan asuransi jiwa.

Written by brammantya kurniawan

July 25, 2008 at 8:17 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: