Indonesia’s Training Media

Just another WordPress.com weblog

Re: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian

leave a comment »

dear all

terimakasih untuk semua koment nya

 

 

reni

—– Original Message —-
From: MJS <mis-cares@centrin.net.id>
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Sent: Monday, April 21, 2008 16:47:28
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian



>> Setahu saya ketentuan 40 jam kerja perminggu tidak pernah dinyatakan tidak berlaku untuk PKWT harian ini, jadi menurut saya PKWT harian tetap mengikuti prinsip 40 jam /minggu. Untuk itu saya rasa UU 13 th 2003 lah dasar hukumnya.
 
Justru dimana dasar hukumnya bahwa pekerja harian mengisyaratkan 40 jam/minggu dengan upah tertentu (misal 100 rb/hr)? Kelihatannya pendapat seperti ini sesuai jika dasar perhitungan upah karyawan adalah UMK sehingga perhitungan kelebihan jam diperhitungan overtime, kalau saja upah per hari 100 ribu rupiah, bagaima kita bisa mengatakan 40 jam/minggu adalah jam kerja buat ybs? Kecuali para pihak bersepakat bahwa 8 jam kerja dengan upah 100 rb dan kelebihannya diperhitungkan sebagai overtime.
 
 
—– Original Message —–
Sent: Monday, April 21, 2008 3:48 PM
Subject: Bls: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian

Wah pertanyaan menarik nih, saya coba jawab ya pak

 

Dapatkan disebut Karyawan harian apabila melakukan pekerjaan secara terus-menerus setiap bulan melebihi 20 hari kerja?

>> hanya bisa sampai 2 bulan,kalau masih berlanjut ke bulan ke 3 langsung dianggap PKWTT (kepmen 100 th 2004)

 

Kalau karyawan harian bekerja secara terus-menerus dalam 7 (tujuh) hari dalam satu minggu artinya bukan 6 (enam) hari atau 5 (lima) hari, jadi upah sehari dikalikan berapa? (25 atau 21) Untuk pekerja bulanan perhitungan overtime menggunakan pembagi 173 berasal dari  ( 40 jam  x 52 minggu /12 bulan) rata-rata 1 bulan adalah 173,333 kemudian ditetapkan pembagi 173. Kalau pekerja harian dari mana dasar hokum yang mengatakan pembaginya 173?

>> Setahu saya ketentuan 40 jam kerja perminggu tidak pernah dinyatakan tidak berlaku untuk PKWT harian ini, jadi menurut saya PKWT harian tetap mengikuti prinsip 40 jam /minggu. Untuk itu saya rasa UU 13 th 2003 lah dasar hukumnya.

 

Kalau standar upah yang wajib adalah UMK dengan upah per hari 100,000 bisa saja menggunakan 25 hari, karena inipun tidak melanggar peraturan.  Sangat dimungkinkan pekerja harian ini akan terus-menerus bekerja dengan waktu libur yang tidak tentu. Apakah berdasar menggunakan 21 hari kerja, karena maksimum pekerja harian adalah 20 hari kerja? Karena 21 hari atau 25 hari hasilnya akan berbeda.

>> Berdasarkan 21 atau 25 hari kerja itu dilihat dari jam kerja normal hariannya. kalau 8 jam maka dikali 21 kalau 7 jam dikali 25. UMK tidak pernah dinyatakan sebagai harian melainkan bulanan. Jadi konversi dari bulanan ke harian itu dilihat dari waktu kerja normalnya. UMK harian untuk 21 & 25 sudah pasti akan berbeda.

 

Kalau perusahaan membayar 100,000 perhari hadir tanpa memperhitungkan jam kerja (missal:  berkisar antara 8 s/d 11 jam kerja per hari)  dan tidak perlu diperhitungkan sebagai overtime, apakah ada peraturan yang bertentangan dengan hal tersebut?

>> Hal ini diperbolehkan. Sesuai UU 13, ada jenis pekerjaan yang tidak wajib dibayar lemburnya, tapi ada persyaratannya yaitu upah harus diatas Upah Minimum (kalau Rp.100.000/hari sih sudah pasti diatas UMP Jakarta) dan jenis pekerjaan tertentu (bisa lihat di UU 13) serta jangan lupa dicantumkan di Perjanjian Kerja.

 

Mengingat standar upah minimum adalah UMK.  Apakah berdasar menggunakan 21 hari kerja?

>> Tidak, UMP, UMK & UMSP semua berdasarkan bulanan dengan tidak memandang hari kerja. Konversi upah harian bergantung waktu kerja.
 
Demikian pendapat saya. mohon koreksi kalau salah
 
Salam
 
—– Pesan Asli —-
Dari: KRISTIANTO DIDIT YP <mis-cares@centrin. net.id>
Kepada: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 22 April, 2008 15:57:59
Topik: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian

 

2. Dasar aturan :Kepmen 102 / 2004.

a. Pasal 8

(1) Perhitungan upah lembur didasarkan ! pada upah bulanan.
(2) Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

b.  pasal 9 bahwa :

(1) Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar secara harian, maka penghitungan besarnya upah sebulan adalah upah sehari dikalikan 25 (dua puluh lima) bagi pekerja/buruh yang bekerja 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau dikalikan 21 (dua puluh satu) bagi pekerja/buruh yang bekerja 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

 

Dapatkan disebut Karyawan harian apabila melakukan pekerjaan secara terus-menerus setiap bulan melebihi 20 hari kerja?

Kalau karyawan harian bekerja secara terus-menerus dalam 7 (tujuh) hari dalam satu minggu artinya bukan 6 (enam) hari atau 5 (lima) hari, jadi upah sehari dikalikan berapa? (25 atau 21) Untuk pekerja bulanan perhitungan overtime menggunakan pembagi 173 berasal dari  ( 40 jam  x 52 minggu /12 bulan) rata-rata 1 bulan adalah 173,333 kemudian ditetapkan pembagi 173. Kalau pekerja harian dari mana dasar hokum yang mengatakan pembaginya 173?

 

Kalau standar upah yang wajib adalah UMK dengan upah per hari 100,000 bisa saja menggunakan 25 hari, karena inipun tidak melanggar peraturan.  Sangat dimungkinkan pekerja harian ini akan terus-menerus bekerja dengan waktu libur yang tidak tentu. Apakah berdasar menggunakan 21 hari kerja, karena maksimum pekerja harian adalah 20 hari kerja? Karena 21 hari atau 25 hari hasilnya akan berbeda.

 

Kalau perusahaan membayar 100,000 perhari hadir tanpa memperhitungkan jam kerja (missal:  berkisar antara 8 s/d 11 jam kerja per hari)  dan tidak perlu diperhitungkan sebagai overtime, apakah ada peraturan yang bertentangan dengan hal tersebut? Mengingat standar upah minimum adalah UMK.  Apakah berdasar menggunakan 21 hari kerja?

 

 

From: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com [mailto:Diskusi- HRD@yahoogroups. com] On Behalf Of uce prasetyo uce prasetyo
Sent: Sunday, April 20, 2008 7:22 PM
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Subject: [SPAM] Re: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian

 

Dear rekan – rekan,

 

Sekedar ikut berpendapat :

 

DIK (Diketahui ) :

1. Data mbak Reni (si penanya) :

a.  upah per harianya Rp 100.000.

b.  Jam kerja reguler = 8 jam kerja. (Berarti jam reguler seminggu 5 hari kerja ==> psl 9 kepmen 102/2004 psl 9)

c.  Hari senin karyawan bekerja 10 jam. (Berarti lebur cuma 2 jam).

 

2. Dasar aturan :Kepmen 102 / 2004.

a. Pasal 8

(1) Perhitungan upah lembur didasarkan ! pada upah bulanan.
(2) Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

b.  pasal 9 bahwa :

(1) Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar secara harian, maka penghitungan besarnya upah sebulan adalah upah sehari dikalikan 25 (dua puluh lima) bagi pekerja/buruh yang bekerja 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau dikalikan 21 (dua puluh satu) bagi pekerja/buruh yang bekerja 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

 

b. Kepmen 102 / 2004 pasal 11 perihal cara perhitungan upah lembur

1). Lembur pada Hari reguler :

  * Jam pertama lembur : dikalikan 1,5.

  * Jam kedua lembur dan selanjutnya : dikalikan 2.

2) Lembur pada hari libur ( Untuk 5 hari kerja dalam seminggu):

  * Jam 1 – 8 : dikalikan 2.

  * Jam ke 9 : dikalikan 3.

  * Jam ke 10 dan seterusnya : dikalikan 4.

 

DIT : (DI ! TANYA)

Bagaimana perhitungan lemburnya?

 

DIJAWAB  :

1. Penentuan DUL (Dasar upah lembur) :

a. Upah sebulan si karyawan adalah upah harian  Rp 100.000,- X  21= Rp 2.100.000,-b. Upah sejam adalah 1/173 x upah sebulan Rp 2.100.000,- = Rp 12.139,-

 

2. Karena masuk kerjanya hari senin 10 jam, maka perhitunganya :

a. 8 jam pertama adalah jam reguler.

b. Jam lembur I (jam kerja ke 9) = 1,5 x Rp 12.139,- = Rp 18.208,-.

c.  Jam lembur II (Jam kerja ke 10) = 2 x Rp 12.139,- = Rp 24.277,-

   Jadi total upah lemburnya adalah Rp 42.486,-.

 

3. Kalau hari libur maka perhitunganya :

  a. 8 jam pertama = 8 x 2 x Rp 12.139,- = Rp 194.220,-

  b. Jam ke 9 = 1 x 3 x Rp 12.139,-  = Rp 36.416,-

  c. Jam ke 10 = 1 x 4 x Rp 12.139,- = Rp 48.555,-

Total upah lembur kerja 10 jam waktu hari libur bagi pekerja harian = Rp 279.191,-

Dan tentunya sikaryawan tetap dapat upah regulernya yaitu Rp 100.000,-/hari.

 

PENDAPAT SAYA IDEM DENGAN PENDAPATNYA IBU RUI?

 

Salam,

 

 

Uce Prasetyo

 

NOTE : Kepmen 102/2004 pasal 11:

Pasal 11

Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :

  1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :
    a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;
    a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.
  2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka :
    b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.
    b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.
  3. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

KRISTIANTO DIDIT YP <mis-cares@centrin. net.id> wrote:

Dear mbak rui, mohon di lihat kembali aturan tentang perhitungan lembur khususnya karyawan HARIAN tetapi juga yang lain spt mas YANUAR.

 

From: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com [mailto:Diskusi- HRD@yahoogroups. com] On Behalf Of Yanuar Simanjuntak
Sent: Thursday, April 17, 2008 10:34 PM
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Subject: [SPAM] RE: [Diskusi HRD Forum] lembur dan asumsi upah bulanan untuk tenaga harian

 

Dear All,

 

Untuk 21 hari saya sependapat dengan Mbak Rini, itu ada di kepmen 102 th. 2004.

 

Tapi yang 3,5 nya bagaimana Mbak Rini menghitungnya, katakanlah perusahaan hanya menghitung 3 jam lembur dari 10 jam yang diperintahkan.

Terus kok bisa cuma dapat 3,5, bukanya 5,5 Mbak ? Apa karyawan tersebut hanya di hitung 2 jam kerja lembur ?

 

Pasal 11

 

Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :

  1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :
    a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar                        &nbs! p; 1,5 (satu setengah) kali upah sejam; ( 1 jam X 1,5 = 1,5 )
    a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam. ( 2 jam X 2 = 4 )

 

 Jam 1 = 1,5

Jam 2 =  2

Jam 3 =  2

 Total  = 5,5

 

Apa! kami salah ya selama ini mengartikan atau menjabarkan dan mengimplementasikan pasal 11 a.a.2 diatas ?..

 

Benar dalam Pasal 3 (1) dikatakan paling banyak 3 jam dalam 1 hari, tapi apa hanya sampai disitu saja??… yang 6 jam! lagi (katakanlah 1 jam istirahat) dianggap loyalitas karyawan ? kacian amat tu karyawan ya end tega benar tu perusahaan..

 

Untuk hari libur perlu kita perhatikan Pasal 11 b dan c dalam menghitung upah kerja lembur…

 

Sekian dulu,

 

Salam,

Yanuar Simanjuntak

  

 


riniutami <riniutami@centrin. net.id> wrote:

Mbk Reni,

 

Agar nggak kebablasan, saya ingin nambahin untuk koreksi.

 

Untuk menghitung upah sebulan (asumsi) dari pekerja harian dengan waktu kerja standard  8 jam sehari,  adalah upah hariannya dikalikan 21 (buka 20).  21 adalah jumlah hari kerja rata-rata dalam sebulan (periksa ketentuan perundang-undangann ya)

 

Dengan demikian, maka asumsi upah bulanannya adalah Rp. 2.100.000.

Kalau pekerja bekerja selama 10 jam (tidak termasuk jam istirahat), maka dia lembur 2 jam pada hari  kerja biasa.   Hitungan lemburnya pada hari kerja (Senin) adalah:

1 (satu jam pertama) x 1.5 x 1/173  x Rp. 2.100.000  + 1  (satu jam berikutnya) x 2 x  1/173 x  Rp. 2.100.000  = total pada hari tsb, lemburnya adalah 3.5/173 x Rp. 2.100.000.

 

Sedangkan pada hari libur (minggu), menghitung lemburnya adalah (bila kerja 10 jam juga)

8 x 2 x 1/173 x Rp. 2.100.000 (untuk 8 ja! m pada hari libur), sedangkan untuk jam ke 9  (hanya 1 jam) adala h 1 x  3 x 1/173 x Rp. 2.100.000, dan jam ke 10 (hanya 1 jam) adalah 1 x 4 x 1/173 x Rp. 2.100.000 atau (16 + 3 + 4) x Rp. 2.100,000 = 23 x 1/173 x Rp. 2.100.000 untuk 10 jam kerja lembur pada hari libur.

 

Catatan: kalau lembur pada hari libur  hanya smpai 8 jam atau kurang, cukup dikalikan 2 saja.  Perkalian 3 kali khusus untuk kerja sampai 9 jam dan perkalian 4  kali untuk jam ke 10 dan seterusnya.  Jangan lupa memberikan waktu untuk istirahat, lho….

 

Mungkin anda bertanya..?  kok banyak ya…… memang lembur itu mahal, maka jangan menjadikan lembur sebagai suatu kebiasaan, kecuali memang benar-benar diperlukan.

 

Karena perusahaan anda bukan pada sector migas, maka hitungan lemburnya menggunak! an Kep. 102/Men.  Perusahan sektor migas menggunakan Kep 234/2003 khusus untuk pekerja yang bertugas didaerah tertentu/lapangan/ terpencil/ offshore, untuk pekerja yang tidak bertugas di daerah tsb  tetap menggunakan Kep. 102/Men.

 

Semoga membantu,

Salam,

RUI

 



From: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com [mailto:Diskusi- HRD@yahoogroups. com] On Behalf Of Yanuar Simanjuntak
Sent: Thursday, April 17, 2008 3:27 PM
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] lembur untuk tenaga harian

 

Dear teman2,

 

Salam,

 

Ijin kasih masukan dan koreksi perhitungan upah lembur,

!

 

Rp.2.000,000 : 173 x 10 jam = Rp. 155,607,-

 

Menurut saya ada kesalahan menghitung yang 10 jam dan di total nya.

 

Mengacu ke kepmen 102 th 2004 tentang waktu kerja lembur & upah p! asal 11, serta kepmen 234 th. 2003 tentang waktu kerja & istirahat sektor Migas……

 

Seharusnya kita menghitungnya sbb. :

 

Rp.2.000.000! ,- : 173 X 19,5 = Rp.225.433,- 

 

10 jam = 19,5, saya dapat dari :

 

1 jam pertama = 1,5   dan jam ke 2 s/d 9 = 2

 

Ini cara yang kami lakukan selama ini dalam menghitung upah lembur.

 /! DIV>

Demikian kore ksi dan masukan dari saya.

Mungkin ada masukan dari teman2 yg lain.

Terimakasih.

 

Salam,

Yanuar Simanjuntak

anna mardiati <smardiati@yahoo. com> wrote:

Dear mbak Reni,

kita ambil simple nya aja, dlm aturan ketenaga kerjaan untuk tenaga harian lepas max 20 hari kerja sebulan, jadi kita asumsikan gajinya sebulan 100ribu x 20 = 2 juta.

 

Jadi itungan lembur per jam nya bisa kita buat spt ini :

 

Gaji sebulan dibagi 173 kali berapa jam dia lembur mbak. Misal jumlah lembur 10 jam

 

Rp.2000,000 : 173 x 10 jam = Rp. 155,607,-

 

Semoga bermanfaat

 

salam,

SM

reni kurniawati <rk_nie@yahoo. com> wrote:

dear all

mau tanya perhitungan lembur untuk tenaga harian

di tempat saya ada tenaga harian per harinya Rp 100.000

untuk 8jam kerja

 

pada hari senin YBS kerja hingga 10 jam

dan hari minggu besok rencananya masuk

 

bagai mana perhitungan lemburnya ?

apa ada peraturan pemeritah yang mengatur upah lembur

untuk tenaga harian seperti lembur biasa (karyawan bulanan) ?

 

terimakasih

reni

 

 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com

 



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

 

  

 

 



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

 

 



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___

IKUTI Surabaya – Road Show !!
26-31 Mei 2008 – http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Workshop Lainnya ada di : http://www.agenda.HRD-Forum.com
Untuk Pendaftaran dapat menghubungi HOTLINE kami di :
08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
———————————–
HOT LINE SERVICES
Telp. 021-70692748 atau 0815 1049 0007
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
Gratis bagi anda yg ingin lebih advance lagi
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/

Recent Activity

Visit Your Group

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Find Balance

on Yahoo! Groups

manage nutrition,

activity & well-being.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

April 25, 2008 at 7:24 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: